PERAN GENERASI MUDA DAN TUA SEBAGAI PENERUS TRADISI SYUKURAN

Gambar
Gambar 1.0 Melestarikan Tradisi Syukuran wiwitan dan Ajak Pemuda Kembali Ke Sawah. https://jateng.suara.com/read/2021/09/27/125936/melestarikan-tradisi-syukuran-wiwitan-padi-dan-ajak-pemuda-kembali-ke-sawah Sebagai seorang manusia, tentunya rasa syukur menjadi salah satu hal yang penting dalam menjalani kehidupannya. Dalam perngertiannya, rasa syukur (diambil dari bahasa Arab, yaitu syakaro, yaskuru, atau syukron) merupakan sebuah ucapan terima kasih kepada seseorang yang telah memberikan atau melakukan kebaikan pada dirinya. Selain pengertian di atas, rasa syukur juga dapat diartikan sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas kenikmatan yang telah diberikannya dalam kamus bahasa Arab. Gambar 1.0. Dua orang memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan (Sumber: Bola.com) Selain kebahagian dan kenikmatan, ada banyak hal yang dapat disyukuri oleh manusia itu tersendiri, bahkan dari yang paling sederhana saja. Mulai dari sehatnya jiwa raga, kelulusan dalam tes, dan masih banyak lagi y...

Budaya Anime di Indonesia (Budaya,Sejarah,Pengaruh)

 Mengenal Budaya Anime

Anime merupakan budaya asal Jepang dalam bentuk fiksi animasi, anime sendiri ialah istilah khusus sebutan animasi buatan Jepang. Anime dicirikan sebagai gambar bergerak berwarna dengan menampilkan tokoh dan keragaman karakter mulai dari antagonis, protagonis, hingga figuran. Anime merupakan adaptasi dari manga yaitu berupa komik khas Jepang. Dalam anime juga memasukkan unsur-unsur budaya dan tradisi yang ada di Jepang, hal inilah yang membuat budaya di Jepang cepat dikenali oleh banyak orang lewat tayangan anime.

Anime menjadi salah satu pesona atau ikon jepang sejak tahun 1963 hingga sekarang. Anime banyak digemari banyak orang di seluruh dunia tanpa terkecuali Indonesia. Judul anime terkenal di mancanegara seperti DRAGON BALL, ONE PICE DAN NARUTO, termasuk Indonesia yang sudah pernah menonton anime tersebut. Anime menjadi industri terbesar ke tiga di Jepang dengan penghasilan yang didapat mencapai 20 Milyar dolar per tahun. Jumlah ini terus meningkat seiring berjalannya waktu serta mengakibatkan lahirnya para creator dan perusahaan baru yang berlomba-lomba memasarkan anime mereka. Pada dasarnya anime merupakan cerita novel yang di filmkan dalam bentuk 2 dimensi, proses dari anime sendiri berawal dari novel kemudian menjadi komik, hingga diadaptasi dalam bentuk animasi khas jepang.

Sama seperti film pada umumnya anime dikategorikan menjadi beberapa Genre seperti

A.    Action/Adventure

Genre yang berfokus pada cerita petualangan serta diwarnai dengan pertarungan, peperangan maupun persaingan dengan menggunakan fisik. Genre ini juga sertai dengan seni bela diri, senjata, hingga berbagai macam aksi yang realistic menggambarkan nuasa dan unsur budaya Jepang.

B.     Dorama (Drama)

Genre yang berfokus pada cerita lewat pengembangan karakter dan tema-tema emosional hingga hubungan antar tokoh.

C.      Horor

Genre yang berfokus pada cerita dan tema-tema supranatural atau hal mistis.

Keragaman genre pada anime sekarang jika dibandingkan dengan anime-anime yang masuk pada periode 1980-an terbatasnya genre, membuat peminat anime semakin meningkat. Selain televisi, anime mencoba merambah bioskop. Beberapa anime yang diangkat di layar lebar antara lain Doraemon the Movie hingga Naruto the Movie.

Sejarah Anime

Sejarah awal anime dimulai pada eksperimen pertama yang dilakukan oleh Shimokawa Bokuten, Kitayama Seitaro, dan Koichi junichi dilakukan pada tahun 1913. Kemudian di ikuti munculnya film pendek karya Shomowaka Oten dengan judul Imokawa Mukuzo Genkaban no Maki pada tahun 1917 dengan durasi film 5 menit. Pada tahun 1927 Jepang mulai membuat anime pertama yang menggunakan suara music yaitu anime berjudul Kujira karya Noburo Ofuji. kemudian memasuki era 1980-an, anime semakin berkembang dan semakin di gemari oleh banyak orang. Dari peningkatan tersebut membuat para produser film berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dari para penggemar dengan memperbanyak jumlah komikus dan animator mereka. Pertumbuhan itu juga di dukung dengan munculnya kaset video VCR sebagai medianya. dengan adanya VCR para penggemar bisa mendapatkan anime dalam bentuk video yang kemudian bisa di tonton dalam rumah. Hal tersebut dapat mempermudah banyak orang untuk menonton anime tanpa menontonnya di televisi.

Jepang menggunakan teknologi soft power dalam upaya mengembalikan citra negaranya pasca berakhirnya perang dunia II, dengan melalui elemen budaya. ‘Apabila kebudayaan dari suatu negara mengandung nilai-nilai universal yang juga dimiliki oleh negara-negara lain, maka besar kemungkinan negara tersebut untuk dapat mencapai tujuannya terhadap negara lain, karena telah terbangun kepercayaan berdasarkan daya tarik kebudayaannya’.

Pada tahun 1970 Jepang dipandang oleh dunia sebagai negara produksi peralatan yang berkaitan dengan entertaiment, salah satunya ialah pop culture atau budaya populer yang dikemas dalam bentuk film salah satunya anime. Menurut Jinichiro Kozumi mengatakan bahwa ia yakin  pop culture yang dimiliki Jepang dapat merajai pasar Internasional terutama dibidang produksi pop culture. Kemudian Jepang fokus pada industri-industri kreatif mereka.

Jepang melakukan upaya penyebaran budaya nya ke negara lain dengan tujuan supaya banyak budaya Jepang yang dikenal di berbagai mancanegara. Jepang mulai melakukan upaya penyebaranya pada akhir decade 1980-an, hal itu mendapat respon yang sangat baik bagi Jepang, pop culture mereka dikenal dan digemari oleh banyak orang.

 Kepopuleran Anime di Indonesia

Anime mulai masuk ke Indonesia pada awal tahun 1980, anime tersebut berjudul Tetsuwan Atom atau biasa dikenal dengan nama Astro Boy, di sutradarai oleh Ozamu Tezuka yang memiliki julukan God of Manga. Sejak anime Astro Boy masuk ke Indonesia, anime tersebut sukses digemari oleh banyak masyrakat Indonesia. Dari kesuksesannya itu kemudian munculah anime Doraemon yang mulai debutnya pada awal 90-an dengan genre komedi dan fiksi ilmiah karya Fujiko F. Fujio ditayangkan pada stasiun televisi RCTI, serial ini mampu bertahan lebih dari 20 tahun sejak awal penayangannya. Kemudian diikuti Sailor Moon begenre romantis, Crayon Shinchan bergenre komedi, Pokemon bergenre fantasi/petualangan.

Anime mampu menarik perhatian banyak orang di Indonesia mulai dari kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa banyak yang menyukai anime. Sebagai pop culture terdapat yang melatarbelakangi anime menjadi populer di Indonesia yaitu

1.      Kemudahan dalam mengakses konten anime

Media online menjadi akses utama dalam menjelajah informasi dari berbagai negara, media online memiliki jangkauan yang luas yang didukung dengan internet. Hal inilah konten-konten seperti anime mudah di akses lewat berbagai platform.

Dari media online banyak website-website gratis yang menyajikam konten-konten anime secara lengkap seperti, oploverz.net dan samehadaku.net website tersebut menawarkan berbagai judul anime ternama yang mudah diakses serta dapat di download secara gratis.

2.      Alur cerita dan Fashion yang menarik

Anime menawarkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jepang meskipun terkadang terdapat unsur yang tidak realistis. Anime memiliki tema dengan keunikan tersendiri serta memberikan hiburan tersendiri bagi penontonnya. Anime tidak hanya memberikan hiburan, selain  menginspirasi para penontonnya dari segi cerita dan budaya, dalam sebagian anime juga memasukkan nilai-nilai moral yang dapat dijadikan contoh yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Dalam tayangan anime juga memasukkan unsur fashion, mulai dari kostum perang, kostum sekolah, kostum tradisional, semuanya diadaptasi dari budaya Jepang itu sendiri. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam anime, melihat gaya berpakaian dan busana khas Jepang. Desain fahion dalam anime, juga dijadikan sebagai inspirasi bagi perkembangan dunia fashion.

3.      Karakter yang menarik

Anime merupakan salah satu contoh karya seni yang menerapkan kebebasan berekspresi. Kebebasan ekspresi tersebut dapat dilihat dari banyaknya tema anime dengan berbagai karakter tokoh yang ada di dalamnya, model karakter dalam anime memiliki ciri khas tersendiri.

 

Pengaruh Anime di Indonesia

Semenjak anime mulai masuk di Indonesia dan itu digemari oleh banyak orang khususnya para pemuda, hal tersebut membuat terjadinya perubahan sosial yang mana adanya difusi budaya dikalangan pemuda. Difusi merupakan proses perubahan sosial yang disebabkan oleh penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu atau kelompok ke individu atau kelompok lainnya. Dari tayangan anime sendiri, terdapat unsur budaya jejepangan yang meelekat didalamnya, mulai dari budaya pakaian hingga bahasa semuanya melekat dan dikemas dalam satu film animasi.

Hal inilah yang membuat ketertarikan sendiri pada banyak orang terhadap tontonan anime, banyak masyarakat Indonesia khsusunya pemuda yang ingin belajar lebih dalam tentang budaya Jepang, serta kebanyakan dari mereka juga fasih dalam berbahasa Jepang dengan belajar secara mandiri, yang dipicu dari anime itu sendiri. Bahkan kepopuleran anime berdampak pada munculnya komunitas-komunitas anime seperti AFA (Anime Festival Asia), dan KOPAJA (Komunitas Anime Jakarta). Komutitas tersebut sering menghadirkan event-event dengen bertama anime yang diselenggarakan dalam gedung (biasanya didalam mall).

 

 gambar 1.1 Komunitas Cosplay bandung, Sumber: TribunJabar.id Penggemar Anime dan Manga Wajib Tahu! Ini Dia Komunitas Cosplay Bandung yang Masih Eksis Sejak 2010

    

Seperti pada gambar 1.1 merupakan contoh dari penyelenggaraan anime festival, kegiatan tersebut di isi berbagai kegiatan salah satunya ialah cosplayer para peserta diperbolehkan meniru tokoh anime favorit mereka yang kemudian akan dilombakan dengan peserta lain. Pada mulanya tradisi ini hanya diselenggrakan di Jepang, namun semenjak anime banyak peminatnya di berbagai negara termasuk Indonesia, penyelenggrakannya pun turut dilakukan di berbagai negara.



 

Gambar 1.2 Gambar media pertama kali mengenal bahasa Jepang, Gilang Aulia Prasetyo Widodo (2018), ANIME SEBAGAI BUDAYA POPULER DAN DAMPAKNYA. Universitas Pendidikan Indonesia, 2018.   

 

Dari data pada gambar 1.2 menunjukkan bahwa sebanyak 62% para pemuda mengaku pertama kali mengenal bahasa Jepang dari pop culture Jepang termasuk tontonan anime. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa anime memberikan pengaruh cukup besar terhadap banyak orang khsuusnya para pemuda. Mereka menjadi tertarik terhadap style budaya Jepang, hingga menguasai bahasa mereka.

Dari pengaruh tersebut juga mendatangkan beberapa dampak negarif maupun positif terhadap menonton film anime.

A.    Kelebihan Menonton Anime

-          Membuat seseorang menjadi lebih kreatif, dalam hal ini kreatif dalam menggambar, kreatif dalam mendesain ala anime,

-          Mengurangi rasa bosan dan menghilangkan atau mengurangi setres

-          Menambah wawasan dalam mengenal budaya dan bahasa Jepang

     B.     Kekurangan Menonton Anime

-          Membuat seseorang menjadi malas, karena menariknya visual dan cerita anime, hal ini dapat membuat seseorang tidak ingin berpaling dari anime.

-          Membuat sesorang menjadi anti-sosial, keseringan dalam menonton anime dapat membuat seseorang tersebut kecanduan.

-          Dapat melupakan budaya sendiri, hal tersebut dikarenakan seseorang telah terobsesi dengan animasi dan efek visual yang khas, sehingga menimbulkan orang tersebut jatuh hati pada apapun yang ada dalam anime termasuk budaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN GENERASI MUDA DAN TUA SEBAGAI PENERUS TRADISI SYUKURAN